Core Needle Biopsy Payudara dengan Panduan USG: Prosedur, Akurasi, dan Arti Hasilnya

Written by

in

Menemukan benjolan di payudara hampir selalu menimbulkan kecemasan. Kabar baiknya, sebagian besar benjolan payudara ternyata jinak. Namun untuk memastikannya, dokter tidak bisa hanya mengandalkan perabaan atau gambaran USG saja — dibutuhkan pemeriksaan jaringan. Di sinilah core needle biopsy dengan panduan USG berperan sebagai standar pemeriksaan saat ini.

Apa itu core needle biopsy dengan panduan USG?

Core needle biopsy adalah tindakan mengambil contoh jaringan dari benjolan payudara menggunakan jarum khusus berdiameter cukup besar (umumnya 14G–16G). Berbeda dengan jarum halus yang hanya menyedot sel, core needle mengambil silinder jaringan utuh sepanjang sekitar 1–2 cm. Jaringan utuh inilah yang memungkinkan ahli patologi melihat struktur sel beserta susunannya, bukan hanya sel yang terlepas.

Istilah “panduan USG” berarti seluruh proses dilakukan sambil melihat layar ultrasonografi secara langsung. Dokter dapat memastikan ujung jarum benar-benar berada di dalam target, bukan di jaringan sehat di sekitarnya. Ini yang membuat tindakan jauh lebih akurat dibanding biopsi yang hanya mengandalkan perabaan.

Kapan biopsi ini diperlukan?

Keputusan biopsi umumnya didasarkan pada hasil pencitraan yang dinilai dengan sistem BI-RADS (Breast Imaging Reporting and Data System). Secara ringkas:

  • BI-RADS 1–2 — normal atau jinak. Tidak perlu biopsi.
  • BI-RADS 3 — kemungkinan besar jinak. Umumnya cukup dipantau ulang dalam 6 bulan, kecuali ada pertimbangan khusus.
  • BI-RADS 4 — mencurigakan. Biopsi dianjurkan.
  • BI-RADS 5 — sangat mencurigakan keganasan. Biopsi wajib sebelum rencana terapi disusun.

Selain itu, biopsi juga dipertimbangkan bila benjolan terus membesar, teraba keras dan terfiksasi, disertai perubahan kulit atau puting, keluar cairan berdarah dari puting, atau bila terdapat pembesaran kelenjar getah bening ketiak yang mencurigakan.

Mengapa core needle, bukan jarum halus atau langsung operasi?

Biopsi jarum halus (FNAB) memang lebih sederhana, tetapi hanya memberi informasi tentang sel. Pada payudara, informasi itu sering tidak cukup: FNAB tidak dapat membedakan kanker yang masih in situ dari yang sudah invasif, dan angka hasil tidak memadai lebih tinggi.

Sebaliknya, operasi pengangkatan langsung (biopsi eksisi) memang memberi jaringan paling lengkap, tetapi memerlukan sayatan, kamar operasi, dan meninggalkan jaringan parut — padahal pada akhirnya sebagian besar benjolan ternyata jinak dan tidak perlu diangkat.

Core needle biopsy berada tepat di tengah: cukup untuk menegakkan diagnosis pasti, namun tanpa sayatan dan tanpa bius total. Yang sama pentingnya, jaringan dari core needle cukup untuk pemeriksaan reseptor hormon (ER, PR) dan HER2 — penanda yang menentukan jenis terapi bila hasilnya ternyata kanker. Inilah alasan core needle biopsy menjadi langkah diagnostik baku sebelum tindakan bedah payudara apa pun.

Persiapan sebelum tindakan

  • Tidak perlu puasa. Pasien boleh makan dan minum seperti biasa.
  • Informasikan bila sedang mengonsumsi obat pengencer darah (aspirin, clopidogrel, warfarin, atau sejenisnya) — dokter akan menentukan apakah perlu dihentikan sementara.
  • Informasikan riwayat alergi obat bius lokal dan riwayat gangguan pembekuan darah.
  • Bawa seluruh hasil pencitraan sebelumnya (USG, mamografi, MRI) untuk perbandingan.
  • Gunakan pakaian atasan yang mudah dibuka, dan sebaiknya bawa bra yang agak menekan untuk dipakai setelah tindakan.

Bagaimana prosedurnya berlangsung?

Seluruh tindakan dilakukan rawat jalan dan biasanya selesai dalam 15–20 menit.

  1. Pasien berbaring, payudara dibersihkan dengan antiseptik.
  2. Dokter memastikan ulang posisi dan ukuran benjolan dengan USG, lalu menentukan jalur jarum teraman.
  3. Diberikan bius lokal pada kulit dan jaringan di sepanjang jalur jarum. Bagian ini yang terasa menyengat sesaat.
  4. Dibuat sayatan kecil sekitar 2–3 mm sebagai pintu masuk jarum — tidak memerlukan jahitan.
  5. Jarum core needle dimasukkan sambil dipantau di layar USG. Saat dipicu, alat berbunyi “klik” cukup keras — ini normal dan bukan tanda ada yang salah.
  6. Diambil beberapa contoh jaringan, umumnya 3–5 silinder dari sisi yang berbeda agar mewakili seluruh benjolan.
  7. Luka ditekan beberapa menit untuk menghentikan perdarahan, lalu ditutup plester kedap air.

Apakah terasa sakit?

Ini pertanyaan yang paling sering diajukan. Jawaban jujurnya: rasa nyeri yang nyata hanya terjadi saat penyuntikan bius lokal, serupa dengan disuntik di gigi — menyengat selama beberapa detik. Setelah bius bekerja, pasien biasanya hanya merasakan dorongan atau tekanan, bukan nyeri tajam. Sebagian besar pasien menilai tindakan ini lebih ringan daripada yang mereka bayangkan sebelumnya.

Setelah biopsi

  • Pasien langsung boleh pulang dan menyetir sendiri.
  • Memar dan rasa pegal di area biopsi wajar terjadi selama 2–5 hari. Kompres dingin membantu.
  • Gunakan bra yang menyangga, termasuk saat tidur, selama 1–2 hari pertama.
  • Hindari angkat beban berat dan olahraga berat selama 24–48 jam.
  • Plester dapat dibuka setelah 24 jam; luka kecil akan menutup sendiri.
  • Parasetamol cukup untuk mengatasi nyeri. Hindari aspirin pada hari pertama.

Segera hubungi dokter bila terjadi perdarahan yang tidak berhenti dengan penekanan, pembengkakan yang membesar cepat, demam, atau kemerahan yang meluas di sekitar luka.

Seberapa akurat hasilnya?

Core needle biopsy dengan panduan USG memiliki ketepatan yang sangat tinggi — kesesuaian dengan hasil operasi definitif umumnya berada di kisaran 95–98%. Angka ini jauh di atas FNAB untuk kasus payudara. Meski demikian, tidak ada pemeriksaan yang sempurna. Bila hasil biopsi menyatakan jinak namun gambaran USG atau mamografi tetap sangat mencurigakan (ketidaksesuaian radiologi–patologi), dokter akan menyarankan biopsi ulang atau pengangkatan benjolan untuk kepastian.

Membaca hasil biopsi

Hasil patologi umumnya keluar dalam 3–7 hari kerja dan jatuh pada salah satu dari tiga kelompok:

  • Jinak — misalnya fibroadenoma, perubahan fibrokistik, atau tumor filodes jinak. Umumnya cukup dipantau; pengangkatan hanya bila ukurannya besar, terus tumbuh, atau mengganggu.
  • Lesi atipik atau berisiko — misalnya hiperplasia duktal atipik atau lesi papiler. Kelompok ini biasanya tetap dianjurkan diangkat, karena pemeriksaan jaringan yang lebih luas kadang menemukan sel ganas yang tidak terambil jarum.
  • Ganas — dilaporkan jenisnya (in situ atau invasif), derajat keganasan, serta status ER, PR, dan HER2. Informasi ini menjadi dasar menyusun rencana terapi, apakah dimulai dari operasi atau dari kemoterapi terlebih dahulu.

Risiko tindakan

Risiko core needle biopsy tergolong kecil: memar dan perdarahan ringan adalah yang paling sering. Infeksi sangat jarang terjadi karena tindakan dilakukan steril. Kekhawatiran bahwa biopsi dapat “menyebarkan” kanker adalah mitos yang tidak didukung bukti ilmiah — justru menunda diagnosis jauh lebih berbahaya daripada melakukan biopsi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah akan meninggalkan bekas luka?
Hanya titik kecil 2–3 mm yang biasanya memudar dalam beberapa bulan.

Apakah bisa dilakukan saat menyusui?
Bisa, dengan persiapan khusus. Sampaikan kepada dokter sebelum tindakan.

Berapa lama hasil keluar?
Umumnya 3–7 hari kerja, tergantung laboratorium patologi dan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan seperti imunohistokimia.

Apakah perlu dirawat inap?
Tidak. Ini tindakan rawat jalan.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri

Jangan menunggu benjolan membesar. Benjolan payudara yang baru muncul, menetap lebih dari satu siklus haid, teraba keras, atau disertai perubahan kulit maupun puting sebaiknya diperiksa sedini mungkin. Pada kanker payudara, selisih beberapa bulan dapat mengubah stadium — dan stadium menentukan pilihan terapi serta harapan kesembuhan.

Untuk konsultasi benjolan payudara, pemeriksaan USG, dan core needle biopsy dengan panduan USG, silakan menghubungi melalui WhatsApp 0813-9595-0088 atau datang sesuai jadwal praktik.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung. Keputusan tindakan selalu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *