Category: Bedah Onkologi

Artikel seputar deteksi dini dan penanganan bedah tumor dan kanker.

  • FNAB Tiroid: Biopsi Jarum Halus pada Benjolan Tiroid dan Arti Hasil Bethesda

    Benjolan di leher depan yang ikut bergerak saat menelan hampir selalu berasal dari kelenjar tiroid. Benjolan semacam ini sangat umum — pada pemeriksaan USG, nodul tiroid dapat ditemukan pada lebih dari separuh orang dewasa. Yang penting diketahui: sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak. Namun karena sekitar 5–10% di antaranya ganas, diperlukan cara untuk memisahkan keduanya tanpa harus mengoperasi semua pasien. Cara itu adalah FNAB.

    Apa itu FNAB tiroid?

    FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy), atau biopsi aspirasi jarum halus, adalah tindakan mengambil contoh sel dari nodul tiroid menggunakan jarum yang sangat halus — ukuran 25G–27G, lebih kecil daripada jarum suntik biasa. Sel yang terambil kemudian dioleskan pada kaca objek dan diperiksa ahli patologi di bawah mikroskop.

    Pada tiroid, berbeda dengan payudara, jarum halus sudah memadai. Sel tiroid memiliki ciri inti sel yang khas sehingga diagnosis dapat ditegakkan tanpa perlu mengambil jaringan utuh. FNAB karena itu menjadi pemeriksaan baku dunia untuk menilai nodul tiroid.

    Mengapa harus dengan panduan USG?

    FNAB yang dikerjakan hanya berdasarkan perabaan berisiko meleset, terutama pada nodul kecil, nodul yang terletak di bagian belakang kelenjar, atau nodul yang sebagian berisi cairan. Dengan panduan USG, dokter melihat langsung ujung jarum masuk ke bagian nodul yang paling padat dan paling mencurigakan — bukan ke bagian cairan yang tidak memberi informasi. Hasilnya, angka sampel tidak memadai turun drastis. Saat ini FNAB tiroid tanpa panduan USG sudah ditinggalkan.

    Kapan nodul tiroid perlu di-FNAB?

    Tidak semua nodul perlu dibiopsi. Keputusan didasarkan pada gabungan antara ukuran dan gambaran USG. Sistem penilaian yang paling banyak dipakai adalah ACR TI-RADS, yang memberi skor berdasarkan komposisi, ekogenisitas, bentuk, tepi, dan ada tidaknya kalsifikasi:

    • TR1–TR2 (jinak) — tidak perlu FNAB.
    • TR3 (risiko rendah) — FNAB bila ukuran 2,5 cm atau lebih; dipantau bila 1,5 cm atau lebih.
    • TR4 (risiko sedang) — FNAB bila ukuran 1,5 cm atau lebih; dipantau bila 1 cm atau lebih.
    • TR5 (risiko tinggi) — FNAB bila ukuran 1 cm atau lebih; dipantau bila 0,5 cm atau lebih.

    Di luar kriteria ukuran, FNAB tetap dipertimbangkan bila ditemukan pembesaran kelenjar getah bening leher yang mencurigakan, nodul yang tumbuh cepat, suara serak yang menetap, riwayat radiasi daerah leher saat anak-anak, atau riwayat kanker tiroid dalam keluarga.

    Satu catatan penting: nodul yang panas pada pemeriksaan sidik tiroid (disertai kadar TSH yang rendah) umumnya tidak perlu di-FNAB, karena hampir selalu jinak. Karena itu pemeriksaan fungsi tiroid (TSH) biasanya dilakukan lebih dahulu.

    Persiapan sebelum tindakan

    • Tidak perlu puasa.
    • Bawa hasil USG tiroid dan hasil laboratorium fungsi tiroid (TSH, FT4) bila sudah ada.
    • Sampaikan bila sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
    • Hindari memakai kalung dan pakaian berkerah tinggi.

    Bagaimana prosedurnya berlangsung?

    FNAB tiroid adalah tindakan rawat jalan yang singkat — biasanya selesai dalam 10–15 menit.

    1. Pasien berbaring dengan bantal di bawah bahu agar leher sedikit menengadah.
    2. Kulit leher dibersihkan dengan antiseptik.
    3. Karena jarumnya sangat halus, bius lokal sering tidak diperlukan; bila dipakai, hanya berupa olesan atau suntikan tipis di kulit.
    4. Jarum dimasukkan ke nodul sambil dipantau di layar USG, lalu digerakkan maju-mundur halus beberapa detik untuk mengumpulkan sel.
    5. Pengambilan diulang 2–4 kali dari bagian nodul yang berbeda agar sampel representatif.
    6. Pasien diminta tidak menelan dan tidak berbicara saat jarum berada di dalam — ini bagian yang paling perlu kerja sama.
    7. Area ditekan beberapa menit, lalu ditutup plester kecil.

    Apakah terasa sakit?

    Jauh lebih ringan daripada yang dibayangkan kebanyakan pasien. Rasanya serupa pengambilan darah di lengan — cubitan singkat, bukan nyeri hebat. Yang justru lebih mengganggu bagi sebagian pasien adalah rasa ingin menelan saat jarum masih di dalam. Setelah tindakan, leher dapat terasa pegal selama satu hari.

    Memahami hasil: sistem Bethesda

    Hasil FNAB tiroid dilaporkan menggunakan Sistem Bethesda, yang membagi hasil ke dalam enam kategori beserta perkiraan risiko keganasan dan saran tindak lanjutnya:

    • Bethesda I — Tidak memadai. Sel yang terambil terlalu sedikit untuk dinilai. Tindak lanjut: ulangi FNAB dengan panduan USG.
    • Bethesda II — Jinak. Risiko keganasan sangat rendah (sekitar 1–4%). Tindak lanjut: pemantauan berkala dengan USG.
    • Bethesda III — Atipia yang belum jelas maknanya. Risiko sekitar 13–30%. Tindak lanjut: FNAB ulang, pemeriksaan molekuler, atau operasi diagnostik.
    • Bethesda IV — Neoplasma folikuler. Risiko sekitar 23–34%. Sitologi tidak dapat membedakan adenoma dari karsinoma folikuler, sehingga umumnya dianjurkan lobektomi.
    • Bethesda V — Dicurigai ganas. Risiko sekitar 67–83%. Tindak lanjut: operasi.
    • Bethesda VI — Ganas. Risiko 97–100%. Tindak lanjut: operasi sesuai luas penyakit.

    Perlu dipahami bahwa hasil Bethesda III dan IV bukan berarti kanker. Keduanya adalah wilayah abu-abu di mana sitologi memiliki keterbatasan, dan keputusan diambil bersama pasien dengan mempertimbangkan ukuran nodul, gambaran USG, usia, serta keluhan yang dirasakan.

    Setelah tindakan

    • Pasien langsung boleh pulang dan beraktivitas normal.
    • Memar kecil di leher wajar dan hilang dalam beberapa hari.
    • Nyeri ringan saat menelan dapat terjadi 1–2 hari; parasetamol cukup.
    • Hasil umumnya keluar dalam 3–7 hari kerja.

    Segera hubungi dokter bila leher membengkak cepat setelah tindakan, timbul sesak, atau suara menjadi serak — ketiganya jarang terjadi namun perlu penanganan segera.

    Risiko tindakan

    FNAB tiroid termasuk tindakan paling aman di bidang bedah. Komplikasi serius sangat jarang. Yang paling sering hanyalah memar. Perdarahan ke dalam nodul yang menimbulkan pembengkakan mendadak jarang terjadi dan umumnya mereda sendiri. Infeksi hampir tidak pernah dilaporkan. Kekhawatiran bahwa jarum dapat menyebarkan sel kanker tidak terbukti secara ilmiah.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah FNAB bisa menggantikan operasi?
    FNAB adalah alat diagnosis, bukan terapi. Pada nodul jinak, hasilnya justru membantu menghindari operasi yang tidak perlu.

    Kalau hasilnya jinak, apakah selesai?
    Tidak sepenuhnya. Nodul tetap perlu dipantau dengan USG berkala, dan FNAB diulang bila nodul membesar bermakna atau gambarannya berubah.

    Apakah perlu dibius total?
    Tidak. FNAB dikerjakan dalam keadaan sadar penuh.

    Bolehkah langsung bekerja setelahnya?
    Boleh. Tidak ada pembatasan aktivitas berarti.

    Kapan sebaiknya memeriksakan diri

    Periksakan benjolan leher yang ikut bergerak saat menelan, terutama bila membesar dalam hitungan minggu, teraba keras, disertai suara serak, sulit menelan, atau disertai benjolan lain di leher. Kanker tiroid termasuk kanker dengan angka kesembuhan paling tinggi bila ditemukan dini — dan FNAB adalah langkah pertama untuk memastikannya.

    Untuk konsultasi benjolan tiroid, USG tiroid, dan FNAB dengan panduan USG, silakan menghubungi melalui WhatsApp 0813-9595-0088 atau datang sesuai jadwal praktik.

    Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung. Keputusan tindakan selalu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

  • Core Needle Biopsy Payudara dengan Panduan USG: Prosedur, Akurasi, dan Arti Hasilnya

    Menemukan benjolan di payudara hampir selalu menimbulkan kecemasan. Kabar baiknya, sebagian besar benjolan payudara ternyata jinak. Namun untuk memastikannya, dokter tidak bisa hanya mengandalkan perabaan atau gambaran USG saja — dibutuhkan pemeriksaan jaringan. Di sinilah core needle biopsy dengan panduan USG berperan sebagai standar pemeriksaan saat ini.

    Apa itu core needle biopsy dengan panduan USG?

    Core needle biopsy adalah tindakan mengambil contoh jaringan dari benjolan payudara menggunakan jarum khusus berdiameter cukup besar (umumnya 14G–16G). Berbeda dengan jarum halus yang hanya menyedot sel, core needle mengambil silinder jaringan utuh sepanjang sekitar 1–2 cm. Jaringan utuh inilah yang memungkinkan ahli patologi melihat struktur sel beserta susunannya, bukan hanya sel yang terlepas.

    Istilah “panduan USG” berarti seluruh proses dilakukan sambil melihat layar ultrasonografi secara langsung. Dokter dapat memastikan ujung jarum benar-benar berada di dalam target, bukan di jaringan sehat di sekitarnya. Ini yang membuat tindakan jauh lebih akurat dibanding biopsi yang hanya mengandalkan perabaan.

    Kapan biopsi ini diperlukan?

    Keputusan biopsi umumnya didasarkan pada hasil pencitraan yang dinilai dengan sistem BI-RADS (Breast Imaging Reporting and Data System). Secara ringkas:

    • BI-RADS 1–2 — normal atau jinak. Tidak perlu biopsi.
    • BI-RADS 3 — kemungkinan besar jinak. Umumnya cukup dipantau ulang dalam 6 bulan, kecuali ada pertimbangan khusus.
    • BI-RADS 4 — mencurigakan. Biopsi dianjurkan.
    • BI-RADS 5 — sangat mencurigakan keganasan. Biopsi wajib sebelum rencana terapi disusun.

    Selain itu, biopsi juga dipertimbangkan bila benjolan terus membesar, teraba keras dan terfiksasi, disertai perubahan kulit atau puting, keluar cairan berdarah dari puting, atau bila terdapat pembesaran kelenjar getah bening ketiak yang mencurigakan.

    Mengapa core needle, bukan jarum halus atau langsung operasi?

    Biopsi jarum halus (FNAB) memang lebih sederhana, tetapi hanya memberi informasi tentang sel. Pada payudara, informasi itu sering tidak cukup: FNAB tidak dapat membedakan kanker yang masih in situ dari yang sudah invasif, dan angka hasil tidak memadai lebih tinggi.

    Sebaliknya, operasi pengangkatan langsung (biopsi eksisi) memang memberi jaringan paling lengkap, tetapi memerlukan sayatan, kamar operasi, dan meninggalkan jaringan parut — padahal pada akhirnya sebagian besar benjolan ternyata jinak dan tidak perlu diangkat.

    Core needle biopsy berada tepat di tengah: cukup untuk menegakkan diagnosis pasti, namun tanpa sayatan dan tanpa bius total. Yang sama pentingnya, jaringan dari core needle cukup untuk pemeriksaan reseptor hormon (ER, PR) dan HER2 — penanda yang menentukan jenis terapi bila hasilnya ternyata kanker. Inilah alasan core needle biopsy menjadi langkah diagnostik baku sebelum tindakan bedah payudara apa pun.

    Persiapan sebelum tindakan

    • Tidak perlu puasa. Pasien boleh makan dan minum seperti biasa.
    • Informasikan bila sedang mengonsumsi obat pengencer darah (aspirin, clopidogrel, warfarin, atau sejenisnya) — dokter akan menentukan apakah perlu dihentikan sementara.
    • Informasikan riwayat alergi obat bius lokal dan riwayat gangguan pembekuan darah.
    • Bawa seluruh hasil pencitraan sebelumnya (USG, mamografi, MRI) untuk perbandingan.
    • Gunakan pakaian atasan yang mudah dibuka, dan sebaiknya bawa bra yang agak menekan untuk dipakai setelah tindakan.

    Bagaimana prosedurnya berlangsung?

    Seluruh tindakan dilakukan rawat jalan dan biasanya selesai dalam 15–20 menit.

    1. Pasien berbaring, payudara dibersihkan dengan antiseptik.
    2. Dokter memastikan ulang posisi dan ukuran benjolan dengan USG, lalu menentukan jalur jarum teraman.
    3. Diberikan bius lokal pada kulit dan jaringan di sepanjang jalur jarum. Bagian ini yang terasa menyengat sesaat.
    4. Dibuat sayatan kecil sekitar 2–3 mm sebagai pintu masuk jarum — tidak memerlukan jahitan.
    5. Jarum core needle dimasukkan sambil dipantau di layar USG. Saat dipicu, alat berbunyi “klik” cukup keras — ini normal dan bukan tanda ada yang salah.
    6. Diambil beberapa contoh jaringan, umumnya 3–5 silinder dari sisi yang berbeda agar mewakili seluruh benjolan.
    7. Luka ditekan beberapa menit untuk menghentikan perdarahan, lalu ditutup plester kedap air.

    Apakah terasa sakit?

    Ini pertanyaan yang paling sering diajukan. Jawaban jujurnya: rasa nyeri yang nyata hanya terjadi saat penyuntikan bius lokal, serupa dengan disuntik di gigi — menyengat selama beberapa detik. Setelah bius bekerja, pasien biasanya hanya merasakan dorongan atau tekanan, bukan nyeri tajam. Sebagian besar pasien menilai tindakan ini lebih ringan daripada yang mereka bayangkan sebelumnya.

    Setelah biopsi

    • Pasien langsung boleh pulang dan menyetir sendiri.
    • Memar dan rasa pegal di area biopsi wajar terjadi selama 2–5 hari. Kompres dingin membantu.
    • Gunakan bra yang menyangga, termasuk saat tidur, selama 1–2 hari pertama.
    • Hindari angkat beban berat dan olahraga berat selama 24–48 jam.
    • Plester dapat dibuka setelah 24 jam; luka kecil akan menutup sendiri.
    • Parasetamol cukup untuk mengatasi nyeri. Hindari aspirin pada hari pertama.

    Segera hubungi dokter bila terjadi perdarahan yang tidak berhenti dengan penekanan, pembengkakan yang membesar cepat, demam, atau kemerahan yang meluas di sekitar luka.

    Seberapa akurat hasilnya?

    Core needle biopsy dengan panduan USG memiliki ketepatan yang sangat tinggi — kesesuaian dengan hasil operasi definitif umumnya berada di kisaran 95–98%. Angka ini jauh di atas FNAB untuk kasus payudara. Meski demikian, tidak ada pemeriksaan yang sempurna. Bila hasil biopsi menyatakan jinak namun gambaran USG atau mamografi tetap sangat mencurigakan (ketidaksesuaian radiologi–patologi), dokter akan menyarankan biopsi ulang atau pengangkatan benjolan untuk kepastian.

    Membaca hasil biopsi

    Hasil patologi umumnya keluar dalam 3–7 hari kerja dan jatuh pada salah satu dari tiga kelompok:

    • Jinak — misalnya fibroadenoma, perubahan fibrokistik, atau tumor filodes jinak. Umumnya cukup dipantau; pengangkatan hanya bila ukurannya besar, terus tumbuh, atau mengganggu.
    • Lesi atipik atau berisiko — misalnya hiperplasia duktal atipik atau lesi papiler. Kelompok ini biasanya tetap dianjurkan diangkat, karena pemeriksaan jaringan yang lebih luas kadang menemukan sel ganas yang tidak terambil jarum.
    • Ganas — dilaporkan jenisnya (in situ atau invasif), derajat keganasan, serta status ER, PR, dan HER2. Informasi ini menjadi dasar menyusun rencana terapi, apakah dimulai dari operasi atau dari kemoterapi terlebih dahulu.

    Risiko tindakan

    Risiko core needle biopsy tergolong kecil: memar dan perdarahan ringan adalah yang paling sering. Infeksi sangat jarang terjadi karena tindakan dilakukan steril. Kekhawatiran bahwa biopsi dapat “menyebarkan” kanker adalah mitos yang tidak didukung bukti ilmiah — justru menunda diagnosis jauh lebih berbahaya daripada melakukan biopsi.

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Apakah akan meninggalkan bekas luka?
    Hanya titik kecil 2–3 mm yang biasanya memudar dalam beberapa bulan.

    Apakah bisa dilakukan saat menyusui?
    Bisa, dengan persiapan khusus. Sampaikan kepada dokter sebelum tindakan.

    Berapa lama hasil keluar?
    Umumnya 3–7 hari kerja, tergantung laboratorium patologi dan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan seperti imunohistokimia.

    Apakah perlu dirawat inap?
    Tidak. Ini tindakan rawat jalan.

    Kapan sebaiknya memeriksakan diri

    Jangan menunggu benjolan membesar. Benjolan payudara yang baru muncul, menetap lebih dari satu siklus haid, teraba keras, atau disertai perubahan kulit maupun puting sebaiknya diperiksa sedini mungkin. Pada kanker payudara, selisih beberapa bulan dapat mengubah stadium — dan stadium menentukan pilihan terapi serta harapan kesembuhan.

    Untuk konsultasi benjolan payudara, pemeriksaan USG, dan core needle biopsy dengan panduan USG, silakan menghubungi melalui WhatsApp 0813-9595-0088 atau datang sesuai jadwal praktik.

    Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung. Keputusan tindakan selalu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.